walecha's blog
Multiboot USB A La Walesa
Kedatangan dua PC yang butuh perhatian ekstra (tidak rusak, hanya perlu perbaikan) di rumah ternyata membawa berkah. PC pertama data-datanya hilang karena keliru dalam prosedur instalasi, yang kedua berkas-berkas di dalam partisi NTFS wajib terhapus bila Windows 7 di dalamnya di-boot. Masalah yang pertama adalah mencoba mengambil data-data yang bisa diambil. Masalah yang kedua saya tidak tahu mengapa, yang jelas saya hanya ingin melakukan prosedur sederhana mengecek integritas filesystem, mengecek ada tidaknya virus dan meng-install OpenSUSE 12.3 KDE sebagai alternatif jika Windows 7-nya kembali bermasalah.
Jadual Padat Penyebab Kepanasan
Diam saja aku di depannya.
"Kegiatan di SubBag saya saja sudah empat bulan ini, jadualnya padat. Gak ke Jakarta, mas?", kata PNS itu padaku dengan mimik serius. Terasa sekali bebannya sangat berat.
"Setelah dari sini, saya langsung berangkat ke Serang, lalu ke Solo.", lanjut beliau. Wah memang benar-benar padat rupanya.
Masih diam saja aku.
"Jadi kalau mas Walesa ada di Jakarta, mungkin bisa diajak ikut salah satu kegiatan tersebut.", pungkasnya.
Aku nyengir saja padanya.
"Oh, begitu toh maksudnya jadual yang padat. Jadual jalan-jalan.", pikirku.
Begitu tiba di rumah, kudapati server-server di kantor pada mati (mungkin dimatikan) karena pendingin ruang server tidak bekerja sehingga semua server kepanasan.
"Lho kan orang-orang sudah dilapori, piye toh?", nyengirku hilang.
"Ah, mending aku tidur saja.", pikirku.
AMD Catalyst 13.4 - Solusi Framebuffer Konsol Hilang
Sejak saya menggunakan AMD Catalyst 13.4, konsol modus teks saya menjadi tak terlihat. Hanya layar gelap tanpa tulisan apa-apa jika X dijalankan. Jadi jika saya menjalankan X dari init 3 dengan startx, maka setelah itu konsol teks tak terlihat lagi. Sehingga saya tidak dapat menggunakan konsol teks hingga saya me-reboot Slackware.
Hal ini terjadi karena driver fglrx tidak dapat menginisialisasi framebuffer akibat perubahan pada kernel Linux yang menghapus user modesetting (UMS) dan menggantinya dengan kernel modesetting (KMS). Nah, masalahnya driver-driver eksternal masih tidak ingin menggunakan KMS dan masih mengharapkan UMS tersedia sehingga framebuffer dapat dikontrol oleh driver X. Ya inilah yang disebut sebagai nasib
.
ownCloud 5.0 dan NGINX, Kericuhan Waktu Upgrade
Benar-benar sebuah kecelakaan. Ajaibnya, selesai dengan sendirinya.
Kejadian itu bermula pada saat saya memperbarui instalasi program PHP di server FreeBSD. Seperti biasanya saya memperbarui program-program di FreeBSD setelah mendapatkan informasi adanya celah keamanan pada program yang terpasang. Saya bukanlah penggemar program-program terbaru. Mungkin karena lama berkawan dengan Slackware dan FreeBSD sehingga saya lebih menyukai program yang stabil. Meskipun tidak baru tetapi aman digunakan sehari-hari, apalagi untuk server-server yang melayani banyak pengguna. Bug keamanan bukanlah sesuatu yang dapat ditoleransi.
Spamming With PAM (Again) For SDDM
Well, the truth is I've installed SDDM because of this article. It was interesting for me particulary about why KDM is not going to be used in Wayland environment because it's has been decided to let KDM as it is. KDE decided to not rewrite KDM using QML or creating new from scratch. While kde plasma workspace is going on the way to Wayland, it's just so silly if it doesn't came with any login/display manager.
Paket Xorg 1.13 (Rollback) Untuk Slackware-Current
Pengguna Slackware-current yang memiliki VGA ATI Radeon seri 4000 hingga yang terbaru dan menggunakan driver AMD Catalyst (fglrx) bisa bernapas lega. Seperti yang kita ketahui, Slackware-current telah memperbarui versi Xorg dari 1.13 ke 1.14. Hal ini menyebabkan terjadi ketidakcocokkan ABI dan API antara Xserver 1.14 dengan X11 driver milik AMD Catalyst. Sesuai dengan keterangan dari AMD, driver fglrx hanya cocok untuk digunakan Xorg 6.9 hingga 7.7 (Xorg/Xserver 1.13). Jadi driver ini belum mendukung Xorg 1.14.
Jalan satu-satunya hanyalah menurunkan Xorg ke versi sebelumnya. Bagi Slackers yang sudah kadung memperbarui Xorg-nya ke versi 1.14 dan tidak memiliki backup Xorg 1.13, sila gunakan paket dari Ponce yang dapat diunduh dari repo berikut:
Film Layak Tonton: Earth From Space
Hari minggu sebelum saya berangkat ke Jakarta, mulai jam 8 pagi saya dan istri sibuk menyimak tayangan di National Geographic yang berjudul Earth From Space. Meskipun menggunakan judul Bumi Dari Angkasa, tetapi sebenarnya kajian-kajian di dalam film berdurasi 91 menit ini adalah tentang mekanisme-mekanisme yang terjadi di bumi untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kehidupan di bumi. Pandangan dan hasil jepretan kamera satelit-satelit pengamat bumi nun jauh di atas sana membantu kita untuk memandang kejadian-kejadian dan proses-proses bio-fisik-kimia secara global. Pandangan secara global tersebut memudahkan kita untuk memahami korelasi antarkejadian atau antarproses yang sebelumnya hanya kita kira berdampak secara lokal di lokasi sekitar kita. Anda mungkin akan tercengang jika baru menontonnya pertama kali (seperti saya).
Menulis Di Dalam Bis
Hebat juga armada angkutan khusus bandara Soekarno-Hatta milik P.O. DAMRI. Punya WIFI gratis di dalamnya. Tulisan ini saya buat di dalam bis DAMRI jurusan Soekarno-Hatta - Blok M. Koneksinya juga lumayan. Entah provider internet apa yang digunakan oleh DAMRI. Yang jelas saya bisa memperbarui tiga aplikasi di ponsel android saya, termasuk aplikasi What's App yang berukuran 8MB dalam waktu kurang lebih 5 menit lebih sedikit. Berikut adalah gambar tangkapan layar koneksi di NetworkManager KDE saya.
Selamat dan sukses dah buat P.O. DAMRI. Semoga layanannya semakin membaik ke depannya.
Selamat WIFI-an....
Random Crash Di Unknown Horizons
Unknown Horizons (umumnya disingkat UH) adalah sebuah permainan opensource yang sangat menarik. Setidaknya buat saya. Mungkin anda-anda lebih suka permainan bunuh-bunuhan, sambil melihat darah muncrat kemana-mana. Maka saya lebih suka permainan simulasi strategi. Membangun sesuatu dari nol, meningkatkannya dan berangkat dari situ pelan-pelan menguasai dunia. Meskipun hanya bergrafis dua dimensi, tetap saja permainan ini menantang buat saya. Itulah mengapa saya menyukai permainan Age Of Empires jaman dulu. Membangun peradaban itu menyenangkan, apalagi jika sambil belajar sejarah. Entah jalannya sejarah tersebut benar atau tidak, setidaknya tetap memberikan pelajaran buat saya.

