Blog entryMengakali Panasnya CPU
Jika PC notebook anda sering mengalami kepanasan akibat penggunaan CPU yang berlebihan sewaktu anda menggunakan Desktop Manager, maka saya sarankan untuk membaca tulisan saya ini. Huuueeek! Promosi! Bukan2, saya cuma ingin berbagi pengalaman dan trik yang saya gunakan sewaktu menggunakan DM KDE atau XFCE di Slackware.
PC notebook yang saya gunakan kebetulan adalah barang keluaran lama. Dari BIOS-nya, saya bisa mengetahui bahwa notebook ini diproduksi sekitar bulan Agustus 2006. Meski begitu, untungnya CPU yang digunakan cukup canggih, Intel Core 2 Duo T7250 @ 2.00GHz.
Untungnya adalah: model CPU ini memiliki 4 tingkatan frekuensi, yaitu: 2.00 GHz, 1.60 GHz, 1.20 GHz, 800 MHz. Jadi saya selalu mengaktifkan fitur pengaturan tingkatan frekuensi CPU di kernel linux, dan saya atur agar selalu menggunakan pilihan "sesuai permintaan" (CPU governor ondemand). Pilihan pengaturan tersebut akan membuat kernel untuk selalu menyesuaikan tingkat frekuensi CPU yang diperlukan untuk tiap proses yang berjalan di atas kernel. Keuntungannya adalah, CPU dapat menjadi lebih adem tetapi proses-proses tetap dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan.
Untuk keperluan pengaturan tingkat frekuensi CPU, sebaiknya kita mulai dengan mengecek kebutuhan-kebutuhan kita dulu. Kita mulai dari kernel. Pastikan bahwa CPU kita memiliki driver untuk mengatur perubahan skala frekuensinya. Ada baiknya kita cek apakah di dalam file init rc.modules-VERSI_MODUL_KERNEL, driver skala frekuensi CPU kita sudah aktif atau belum. Jika belum sila cek baris ini ke bawah dan lakukan modifikasi file tersebut agar selalu memuat modul yang diperlukan saat boot:
# # Below, set CPUFREQ to enable CPU frequency scaling to save system power. # # To always try to use CPU frequency scaling, set to: on # To never use CPU frequency scaling, set to: off # To use it only when the battery module is loaded (this will cause it to # be used by default with most laptops), set to: battery #
Umumnya, CPU yang sudah dikontrol oleh ACPI cukup menggunakan baris ini:
# generic ACPI P-States based driver: /sbin/modprobe acpi-cpufreq 2>/dev/null
Tetapi tidak ada salahnya mengaktifkan inisialisasi modul yang lain, karena jika perangkat yang akan diaktifkan tidak ada, modul akan dilepas dari kernel secara otomatis. Kemudian pastikan bahwa baris ini sudah aktif:
/sbin/modprobe cpufreq_ondemand 2>/dev/null
Model pengaturan inilah yang akan kita gunakan seterusnya. Jika kita lihat pada baris-baris di bawahnya, Slackware sudah mengaktifkan pilihan pengaturan frekuensi CPU menjadi "ondemand". Hanya saja kondisi dapat berubah jika sudah memasuki alam Desktop. Umumnya jika notebook kita terhubung ke sumber daya listrik utama (bukan batere) maka sistem pengaturan daya dari Desktop yang kita gunakan akan memacu CPU sekencang-kencangnya, bahkan pada kondisi tidak ada program user yang berjalan sekalipun.
Biasanya Desktop akan memilih fitur pengaturan frekuensi "userspace" pada kondisi tersebut. Jelasnya karena Desktop dianggap perlu latensi yang rendah, maka CPU akan dipaksa untuk bekerja pada tingkat frekuensi maksimumnya. Hasilnya, seringkali pengguna Desktop Manager di linux merasa kepanasan. Bahkan CPU tetap terasa lebih panas setelah logout dari Desktop Manager. Ya karena CPU tetap berada pada pengaturan "userspace" sejak user login ke Desktop.
Nah untuk menyiasati kondisi itu, saya memanfaatkan sebuah perangkat kecil yang mestinya sudah ada di dalam instalasi Slackware: cpufreq-utils. Sila lihat halaman manual dari cpufreq-set, cpufreq-info untuk penjelasan yang lebih lengkap. Yang harus kita lakukan adalah mengecek ada berapa perangkat CPU ( baik fisik dan virtual) di dalam mesin kita:
$ cpufreq-info
Dalam notebook saya, terdapat dua perangkat CPU (secara virtual) sehingga kemudian saya buat sebuah skrip shell yang isinya seperti ini:
#!/bin/sh cpufreq-set -c 0 -g ondemand cpufreq-set -c 1 -g ondemand
Agar perintah cpufreq-set dapat dijalankan oleh user, saya tambahkan SUID root pada program cpufreq-set:
root:~# chmod +s /usr/bin/cpufreq-set
Skrip tersebut saya letakkan di direktori home saya dan kemudian saya aktifkan melalui pengaturan KDE PowerDevil pada bagian manajemen profil PowerDevil:
Jadi setiap kali login ke KDE, setelah 1 menit PowerDevil akan mengubah pengaturan frekuensi CPU dari userspace ke ondemand secara otomatis. Jelasnya, sekarang notebook ini menjadi lebih adem :D .
Pengguna DM yang lain dapat menginisiasi skrip tersebut melalui pengaturan autostart pada menu atau manajemen daya Desktop-nya. Tetapi seingat saya, sampai saat ini, hanya KDE 4 yang memiliki fitur unik ini.
Tertarik? Sila ikuti langkah2 tersebut :)
- walecha
- Sat, 01/29/2011 - 10:10






Comments
Nice post gan.
Saya juga ngalamin. Slackwareku panas, padahal kalo pake distro lain, gak papa tuh.
terima kasih dah mbaca tulisannya :D . gmn, dah dicoba?
cool post om!
saya sering bermasalah dengan panas pada notebook saya om. semenjak saya pakai coolpad distro archlinux sering tewas sendiri gara-gara panas. coba aah :D
Om, command cpufreq-info koq ga ada ya di tempat saya :D Btw om install package apa ya? Saya masih pake 13.0 :D
Owh udah ketemu om :D di SBO ada ternyata :) Sekali lagi, thx yah om ^0^ muuuuuuuuuuach :D
hiiiiiiiiiiiiiiiiiii
kita kan masih normal say
:P
makasih banget mas tipsnya, sangat berguna bagi saya
Add new comment