Pulseaudio Panic
Pertama yang terlintas pastilah pertanyaan apa itu pulseaudio? Apa pentingnya pulseaudio? Apa hubungannya dengan ALSA, ESD? dsb? Untuk memuaskan hasrat pertama kali layak kiranya jika kita mengunjungi halaman ini: http://en.wikipedia.org/wiki/Pulseaudio
Yup ESD sudah menjadi kuno karena pulseaudio. Ya namanya juga direncanakan untuk mengganti ESD jadi yang tua ngalah deh. Dengan segudang permasalahannya ESD memang layak untuk digantikan dengan pulseaudio. Bukan bermaksud mengatakan ESD itu jelek, tetapi ESD memang sangat lambat. Kemampuannya juga sangat terbatas karena ESD dibangun berdasarkan arsitektur audio linux tua, sedangkan kita tahu sendiri bahwa kernel saja sudah banyak berubah, pengenalan hardware, sistem konfigurasi hardware menjadi sangat berbeda dibandingkan dengan yang dulu. Penggemar audio (baca - musik) sangat mementingkan latensi yang rendah. Pembacaan file audio digital juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan buffer dan kualitas preprosesor audio yang biasa kita sebut software mixer. Sebagai sebuah pre-amp, software mixer dipercaya sangat dibutuhkan oleh kebanyakan hardware yang tidak memiliki fasilitas mixing berkelas seperti yang dimiliki kartu audio buatan Creative. Kartu2 audio intel adalah contoh dari kartu2 audio kelas rendah. Karena itu, dengan adanya pulseaudio saya menjadi sangat terbantu untuk bisa mendengarkan musik dengan kualitas sedikit setara dengan CD Audio....
Proses instalasi dari pulseaudio sangat mudah. Dari repo GSB saya cuma menginstall pulseaudio package. That's all. Gak perlu instal yang aneh2. Begitu saya masuk ke dalam GNOME, pulseaudio langsung berjalan karena GNOME sudah memasukkan startup script untuk pulseaudio. Karena arsitekturnya yang sangat terbuka, hampir semua source dan output audio (sink) dapat digunakan atau menggunakan pulseaudio, baik stream lokal maupun network. Semua stream audio dapat diproses terlebih dahulu atau di-mixing oleh pulseaudio tanpa mengubah kualitas audionya. Dan yang sangat mengherankan adalah bahwa pulseaudio hanya memakan ~1MB memory selama bekerja, sebanyak apapun stream audio yang diterima atau dikirimnya.
Memang sampai saat ini masih belum banyak audio client yang mendukung pulseaudio. Walaupun sebaliknya pulseaudio sudah mendukung aplikasi audio tersebut. Sampai2 flashplugin saja dibuatkan wrapper-nya agar streamnya dapat masuk ke dalam pulseaudio. Tetapi dengan arsitekturnya saya yakin pulseaudio akan diterima bahkan oleh KDE sekalipun. Selentingannya KDE4 akan memasukkan wrapper ke pulseudio untuk lebih meningkatkan kompatibilitasnya dengan kebanyakan aplikasi di linux (utamanya). Pengguna BSD Unix pun akan sangat terbantu oleh pulseaudio. Tidak ada lagi cerita device locking or busy. Semua stream bisa didengarkan tanpa ada latensi.