14 Jan 2012

Razor-Qt, Desktop Ringan A la Qt

Submitted by walecha

razor-qt_logo.pngPara pengguna KDE baik KDE3 maupun KDE4 pasti sudah merasakan bagaimana "beratnya" lingkungan desktop yang satu ini. Meskipun perihal "berat" ini bisa dikatakan sangat relatif dan sangat subyektif, tetapi jika dibandingkan dengan GNOME2 atau XFCE maka KDE akan selalu dianggap yang paling berat. Soal penggunaan sumber daya baik CPU maupun RAM, KDE memang sedikit di atas kedua DE berbasis GTK+ tersebut. Tetapi kompensasi "borosnya" sumber daya tersebut dapat dianggap sebanding dengan "gaya hidup" KDE yang kinclong dan segala ada. Kita akan mendapatkan sebuah lingkungan desktop yang siap untuk segala hal, karena pustaka Qt dan KDE sudah menyediakan apa-apa yang dibutuhkan oleh aplikasi desktop.

Razor-Qt

Ups, tapi kali ini saya tidak akan berbicara soal KDE. Saya ingin menuliskan pengalaman saya menggunakan sebuah lingkungan desktop ringan berbasis Qt yang mungkin belum pernah ada sebelumnya (mohon koreksi). Jika GTK+ memiliki banyak sekali lingkungan desktop ringan seperti XFCE, LXDE, dan OpenBox, maka Razor-Qt mungkin adalah satu-satunya lingkungan desktop ringan a la Qt.

Sebagai sebuah GUI toolkit, Qt sebenarnya sudah memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan stabil. Hal lainnya yang patut diacungi jempol adalah, sebagai sebuah GUI toolkit Qt bersifat sangat konsisten. Berbeda dengan GTK+ yang memang menyediakan fasilitas untuk mengubah-ubah tampilan GUI sesuka hati pengguna. Nah, fitur Qt yang lengkap dan konsisten tersebut dimanfaatkan oleh Christopher Regali yang tergabung dalam komunitas pengembang Qt Desktop (http://www.qtdesktop.org/) untuk membuat sebuah lingkungan desktop berbasis Qt yang dapat digunakan pada banyak platform dengan rasa yang kurang lebih sama (konsisten).

Razor-Qt di Slackware

Untuk membangun paket razor-qt di Slackware, kita membutuhkan tambahan pustaka yaitu udisks dan upower. Udisks akan digunakan razor-qt untuk mengkonfigurasi perangkat penyimpan data, sedangkan upower akan digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat penyedia daya listrik komputer. Setelah itu kita dapat membangun razor-qt beserta beberapa aplikasi tambahan yang dapat dilihat di laman daftar aplikasi Qt Desktop.

Razor-Qt dan Window Manager

Jika kita tidak ingin menambah/membangun aplikasi tambahan tersebut, kita (pengguna Slackware) dapat menggunakan aplikasi-aplikasi milik KDE atau XFCE. Yang perlu diingat adalah razor-qt belum memiliki sebuah window manager yang dapat disejajarkan dengan kwin, xfwm, metacity, atau openbox. Biasanya orang-orang menggunakan openbox sebagai window manager. Contohnya seperti gambar berikut.

Razor-Qt dengan WM OpenBox

Kekurangannya adalah kita tidak dapat menggunakan compiz bersama openbox atau razor-qt. Sebagai gantinya kita dapat menggunakan xcompmgr atau composite manager milik Xorg. Memang tidak seperti compiz atau efek desktop milik kwin, tetapi cukuplah untuk merasakan efek desktop 3D. Cukup menjalankan perintah berikut di terminal atau dimasukkan ke dalam daftar autostart melalui desktop configurator dari razor-qt.

$ xcompmgr -c &

Pengguna KDE (termasuk saya) dapat menggunakan kwin sebagai window manager untuk razor-qt. Karena sama-sama berbasis Qt, integrasinya mudah sekali dan tidak menghasilkan konflik sama sekali. Selain itu kita juga dapat memanfaatkan fitur composite dari kwin (KDE desktop effect) untuk mempercantik desktop razor-qt. Contohnya seperti gambar berikut.

Razor-Qt dengan WM KWin

Bagi yang tidak ingin meng-install paket-paket KDE dalam jumlah besar, tetapi masih ingin menggunakan tema desktop oxygen, cukup install paket kdelibs, kdebase, kde-workspace, kde-runtime, kde-wallpapers, dan oxygen-icons.

# slackpkg install kdelibs kdebase kde-workspace kde-runtime kde-wallpapers oxygen-icons

Kemudian tambahkan baris berikut ke file ${HOME}/.profile agar Qt dan aplikasi berbasis Qt dapat menggunakan plugin, termasuk styles yang terdapat di dalam lokasi plugin Qt tersebut:

export QT_PLUGIN_PATH=$HOME/.kde4/lib/kde4/plugins:/usr/lib/kde4/plugins/:$HOME/.kde4/lib/kde4/plugins/styles:/usr/lib/kde4/plugins/styles

Jangan lupa untuk membuatkan skrip shell xinitrc, sehingga razor-qt dapat dijalankan menggunakan perintah startx. Misalnya kita buatkan skrip xinitrc.razorqt seperti ini:

#!/bin/sh
#
# xinitrc Razor-Qt Session script.
#
userresources=$HOME/.Xresources
usermodmap=$HOME/.Xmodmap
sysresources=/usr/@LIBDIR@/X11/xinit/.Xresources
sysmodmap=/usr/@LIBDIR@/X11/xinit/.Xmodmap

# default session settings
RAZOR_SESSION_SETTINGS=""

export XDG_CONFIG_DIRS=/etc/xdg:/etc/razorqt/xdg

# Merge in defaults and keymaps
if [ -f $sysresources ]; then
    xrdb -merge $sysresources
fi
if [ -f $sysmodmap ]; then
    xmodmap $sysmodmap
fi
if [ -f $userresources ]; then
    xrdb -merge $userresources
fi
if [ -f $usermodmap ]; then
    xmodmap $usermodmap
fi

# Use ssh-agent if available
if [ -x /usr/bin/ssh-agent ]; then
  RAZOR_SESSION_SETTINGS="$RAZOR_SESSION_SETTINGS /usr/bin/ssh-agent"
fi;

# Use ConsoleKit if available
if [ -z "${XDG_SESSION_COOKIE}" -a -x /usr/bin/ck-launch-session ]; then
  CK_SESSION="/usr/bin/ck-launch-session"
fi;

# Start the window manager
exec $RAZOR_SESSION_SETTINGS $CK_SESSION razor-session

kemudian tambahkan hak eksekusi pada skrip tersebut:

# chmod +x xinitrc.razorqt

Kita letakkan skrip tersebut di direktori /etc/X11/xinit/. Kemudian jalan perintah xwmconfig untuk memilih razorqt sebagai lingkungan Desktop X kita. Lalu "startx".

Bagaimana? Tertarik?

Seperti biasa, yang menginginkan SlackBuild razor-qt buatan saya, silakan hubungi saya melalui email, facebook, twitter, atau IM.