Remote Server Dell PowerEdge 2950 Menggunakan IPMI

Pingin bisa lihat BIOS dan OS boot di mesin server Dell PowerEdge 2950 dari remote?
Cukup aktifkan dukungan IPMI dari sistem anda dengan memuat modul ipmi. Pengguna linux dapat melihat di direktori kernel-nya apakah sudah ada modul ipm di dalam kernel-nya seperti ini:
$ find /lib/modules/2.6.33.4/kernel/ -iname "ipmi*.ko" /lib/modules/2.6.33.4/kernel/drivers/char/ipmi/ipmi_poweroff.ko /lib/modules/2.6.33.4/kernel/drivers/char/ipmi/ipmi_watchdog.ko /lib/modules/2.6.33.4/kernel/drivers/char/ipmi/ipmi_devintf.ko /lib/modules/2.6.33.4/kernel/drivers/char/ipmi/ipmi_msghandler.ko /lib/modules/2.6.33.4/kernel/drivers/char/ipmi/ipmi_si.ko
Kemudian muat modul ipmi dengan memasukkan baris-baris berikut ke dalam file /etc/rc.d/rc.modules:
/sbin/modprobe ipmi_si /sbin/modprobe ipmi_msghandler /sbin/modprobe ipmi_watchdog /sbin/modprobe ipmi_devintf /sbin/modprobe ipmi_poweroff
Pengguna FreeBSD dapat memastikan dukungan ipmi di kernel-nya seperti ini:
$ find /boot/kernel/ -iname "ipmi*" /boot/kernel/ipmi.ko /boot/kernel/ipmi.ko.symbols
Kemudian masukkan informasi ke file /boot/loader.conf untuk memuat modul ipmi saat kernel di-boot:
ipmi_load="YES"
Kemudian instal program ipmitool yang bagi pengguna Slackware dapat menggunakan script SlackBuild dari sini:
http://slackbuilds.org/repository/13.1/system/ipmitool/
Pengguna FreeBSD cukup menggunakan fasilitas ports-nya untuk meng-install ipmitool. Kemudian set alamat IP untuk perangkat jaringan IPMI. Kita dapat menggunakan fasilitas yang disediakan BIOS, misalnya di mesin Dell PowerEdge 2950 dengan memencet kombinasi tombol CTRL+E. Cara lain adalah dengan login terlebih dahulu menggunakan SSH (telnet amat sangat tidak dianjurkan oleh saya) ke mesin server. Login ke root agar dapat mengakses perangkat ipmi di kernel. Kemudian kita konfigurasi ipmi dengan menggunakan shell-nya:
# ipmitool shell ipmitool> lan set 1 ipsrc static ## Dalam contoh ini digunakan ip static 100.100.100.10 ## dan netmask 255.255.255.0 ipmitool> lan set 1 ipaddr 100.100.100.10 ipmitool> lan set 1 netmask 255.255.255.0 ipmitool> lan set 1 arp respond on ipmitool> lan set 1 arp generate on ipmitool> lan set 1 arp interval 5 ipmitool> lan print 1 ipmitool> lan set 1 access on
Untuk mengecek apakah konfigurasi LAN ipmi sudah benar, ping saja ip LAN ipmi (100.100.100.10). Jika ada respon maka konfigurasi LAN beres. Setelah itu kita set user yang dapat melakukan administrasi menggunakan ipmi. User nomor 1 selalu diperuntukkan untuk root, jadi tidak bisa diutak-atik. Kita akan menggunakan nomor user mulai dari angka 2 dan seterusnya:
ipmitool> user set name 2 namaku ipmitool> user set password 2 passku ipmitool> user enable 2 ## Aktivasi hak user privilege admin (4) ipmitool> channel setaccess 1 2 callin=on link=on ipmi=on privilege=4 ipmitool> user enable 2
Selesai konfigurasi lan, user, dan hak akses. Tiba saatnya kita coba mengakses ipmi dari LAN yang harus dilakukan dari komputer lain. Kita tes saja, misalnya seperti ini:
$ ipmitool -I lanplus -H 100.100.100.10 -U namaku -P passku lan print 1 Set in progress : set-complete Enabled : true Force Encryption : true Force Authentication : false Privilege Level : ADMINISTRATOR Character Accumulate Level (ms) : 50 Character Send Threshold : 220 Retry Count : 7 Retry Interval (ms) : 1000 Volatile Bit Rate (kbps) : 57.6 Non-Volatile Bit Rate (kbps) : 57.6 Payload Channel : 14 (0x0e) Payload Port : 623
Jika ada hasil seperti di atas maka konfigurasi kita sudah benar. Jika tidak ada respon, silakan konfigurasi kembali LAN ipmi atau LAN komputer yang kita gunakan untuk remote.
Setelah itu kita cek juga apakah fitur Serial Over LAN (SOL) di mesin server sudah aktif atau belum. Kita dapat mengkonfigurasi SOL pada BIOS dengan mengubah beberapa parameter SOL seperti "Serial Communication" menjadi "On with Console Redirection via COM2". Mode ini akan menggunakan COM2 untuk semua trafik konsol yang tersambung ke BMC. Tingkat baud mungkin diatur sesuai dengan hasil SOL info sebelumnya (57600). Juga, pastikan bahwa "Remote Terminal Type" diset ke "VT100/VT220", dan bahwa "Redirection After Boot" adalah "Enabled".
Dalam sistem kita juga harus melakukan sedikit perubahan konfigurasi terutama untuk mengalihkan konsol ke port serial COM2. Di linux kita dapat melakukannya dengan menambahkan opsi ini ke dalam lilo.conf pada bagian kernel:
console=ttyS1,57600 console=tty0
Kemudian kita tambahkan ke baris ini ke file /etc/inittab:
T0:23:respawn:/sbin/getty -L ttyS1 57600 vt100
Di FreeBSD kita tambahkan baris berikut ke file /boot/loader.conf:
hint.sio.1.flags="0x30" boot_multicons="YES" boot_serial="YES" comconsole_speed="57600" console="comconsole,vidconsole"
Kemudian di file /etc/ttys:
ttyd1 "/usr/libexec/getty std.57600" vt100 on secure
Setelah itu shutdown dan boot kembali server secara normal dan pada terminal di komputer remote jalankan perintah ini:
$ ipmitool -I lanplus -H 100.100.100.10 -U namaku -P passku sol activate
Hasilnya ya seperti ini:




Hampir lupa, silakan baca manual ipmitool mungkin anda ingin mematikan dan menghidupkan server anda dari jarak jauh, atau untuk mengetahui kondisi temperatur dan kecepatan kipas pendingin server anda.
Gampang banget ternyata....lalalalalalala