Slackware Punya /etc/os-release
Anda tahu /etc/os-release? Mungkin pengguna distribusi tetangga lebih mengenal lsb_release. Tetapi yang pasti systemd yang dikembangkan oleh distribusi berbasis RedHat membutuhkan /etc/os-release, bukan lsb_release. Entah karena ingin menjadi distribusi yang paling mendekati standar atau bahkan mungkin ingin mengimplementasikan systemd di Slackware, tetapi masuknya /etc/os-release ke dalam tubuh Slackware merupakan hal yang menarik untuk disimak. Sila disimak informasi lebih lanjut tentang /etc/os-release di tautan berikut:
- http://www.freedesktop.org/software/systemd/man/os-release.html
- http://0pointer.de/blog/projects/os-release.html
Dalam pandangan saya, jika saya boleh berstatistika maka kemungkinan berhasilnya systemd diimplementasikan di Slackware bisa jadi lebih tinggi daripada di distribusi-distribusi berbasis Ubuntu (misalnya). Hal ini disebabkan oleh masih aslinya model init Slackware alias tidak memuat model init lain selain sistem init tradisional, sysvinit. Artinya modifikasi sysvinit agar dapat mengadopsi systemd adalah sangat mungkin. Tinggal tunggu waktu saja.
Eit, jangan sampai keliru mengatakan bahwa sistem init hanya berperan saat booting. Sistem init memang dimulai pertama kali saat booting, tetapi jangan lupa bahwa hampir seluruh layanan OS dijalankan dengan mekanisme init. Para pengguna distribusi "Desktop" mungkin kurang menyadari bahwa seluruh perangkat yang dapat digunakan oleh desktop-nya dikenali dan dikonfigurasi melalui sistem init tersebut. Perangkat di sini bukan hanya perangkat nyata seperti mouse, keyboard, layar monitor, kartu audio, kartu video, harddisk, usb, catu daya, dan sejenisnya. Perangkat-perangkat virtual seperti jalur input/output dari/ke kernel juga dijalankan melalui init. Contoh lainnya adalah layanan jaringan, atau yang paling sering ditanyakan oleh pengguna-pengguna distribusi sebelah adalah layanan dial-up modem
. Jadi sistem init ini berperan dari mulai mesin dinyalakan hingga dimatikan. Dan kesalahan konyol dalam mengkonfigurasi init dapat berakibat fatal jika sistem kita adalah sebuah mesin yang digunakan untuk melayani pengguna-pengguna lain baik sebagai web server, ftp server, database server, sistem penyimpanan awan dan sebagainya.
Kembali ke /etc/os-release. Tidak dapat dipungkiri bahwa inisiatif munculnya /etc/os-release adalah dari RedHat dengan mengatakan bahwa mereka akan menutup dukungan terhadap distribusi-distribusi yang tidak menggunakan /etc/os-release. Tetapi jangan lupa pula bahwa pertanyaan "You evil people are forcing my beloved distro $XYZ to adopt your awful systemd schemes. I hate you!" dari FAQ[2] tersebut bukanlah alasan kosong. Harus kita sadari bahwa setiap distribusi memiliki keunikan tersendiri dan seharusnya dapat kita hormati. Tetapi saya sepakat dengan alasan Lennart, lsb_release itu tidaklah berlaku generik. Dan jangan lupa lsb_release itu adalah sebuah shell skrip dan menurut saya aneh saja shell skrip digunakan digunakan untuk mendeteksi identitas sistem. Penggunaan /etc/os-release menurut saya lebih indah dan manusiawi karena hanya berupa file teks biasa yang dapat dibaca oleh semua program atau pustaka. Beberapa skrip builder baik yang berasal dari distribusi maupun dari source code software tertentu memang membutuhkan informasi tentang identitas sistem saat membangun sebuah program/pustaka. Menurut saya (lagi) model /etc/os-release akan lebih sederhana dan lebih cepat karena skrip builder hanya cukup melihat informasi yang tersedia di dalam satu file. Dan lagi di Slackware sejak dulu hanya ada /etc/slackware-version yang juga berupa sebuah file teks biasa. Menambahkan file /etc/os-release bukanlah menjadi sebuah pertimbangan yang luar biasa di Slackware
.
Nah, jika kita tarik ke Slackware lagi, apakah ini berarti systemd akan digunakan oleh Slackware? Hanya PV dan Tuhan yang tahu.