Jadual Padat Penyebab Kepanasan
Diam saja aku di depannya.
"Kegiatan di SubBag saya saja sudah empat bulan ini, jadualnya padat. Gak ke Jakarta, mas?", kata PNS itu padaku dengan mimik serius. Terasa sekali bebannya sangat berat.
"Setelah dari sini, saya langsung berangkat ke Serang, lalu ke Solo.", lanjut beliau. Wah memang benar-benar padat rupanya.
Masih diam saja aku.
"Jadi kalau mas Walesa ada di Jakarta, mungkin bisa diajak ikut salah satu kegiatan tersebut.", pungkasnya.
Aku nyengir saja padanya.
"Oh, begitu toh maksudnya jadual yang padat. Jadual jalan-jalan.", pikirku.
Begitu tiba di rumah, kudapati server-server di kantor pada mati (mungkin dimatikan) karena pendingin ruang server tidak bekerja sehingga semua server kepanasan.
"Lho kan orang-orang sudah dilapori, piye toh?", nyengirku hilang.
"Ah, mending aku tidur saja.", pikirku.
Persoalan kejujuran dalam jurnalistik yang termuat dalam salah satu 
Innalillaahi wa innailaihi roji'uun, telah meninggal dunia saudara kami
Pagi ini saya baru saja selesai menonton sebuah drama Jepang (JDrama) berjudul
Sungguh menarik komentar-komentar pembaca untuk beberapa artikel di koran online nasional belakangan ini. Isu-isu seputar kegawatan kondisi instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima di Jepang laris manis seperti gosip-gosip seputar artis yang lebih sering muncul di siaran-siaran televisi nasional kita. Yang menarik bagi saya adalah perlombaan ketakutan dari kebanyakan kita. Mungkin saat ini jika saya tidak ikut-ikutan takut terkena radiasi nuklir dari reaktor tersebut, saya jadi tidak gaul.
Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi perubahan domain untuk menyesuaikan dengan nama Direktorat Jenderal PAUDNI Kemdiknas.
Tulisan ini memang merupakan sebuah tumpahan kekecewaan saya sebagai seorang pendukung Arema Indonesia yang saat tulisan ini dibuat mengalami kekalahan telak 6 - 1 di kandang Persipura Jayapura. Terlepas dari kesedihan saya akan kekalahan yang sedemikian parahnya sehingga tidak bisa saya gambarkan bagaimana perasaan saya saat ini, saya berharap tulisan saya tidak menunjukkan bias walaupun sedikit menyerempet ke situ. Yah namanya juga lagi sedih.
